Phobia Kebahagiaan, dua kata yang kurang enak dibaca dan sedikit membingungkan untuk berada di awal kalimat setelah setelah sekian lama hiatus dari dunia kepenulisan ini. Tapi, sebenernya apa sih phobia kebahagiaan itu?
Sebelum kita masuk lebih jauh kedalam phobia kebahagiaan, kita cari tau dulu, apa itu phobia. Singkatnya phobia adalah rasa takut berlebih yang kadang tidak masuk akal, dan terus menerus terhadap suatu objek, hewan, tempat, atau tempat tertentu Halodoc. Kondisi ini bisa termasuk kecemasan atau gangguan kecemasan Alodokter.
Ada banya jenis phobia, dari yang sering kita denger sampai yang bahkan kita gak sangka, kaya... oh ternyata ada ya phobia ini? Sesuatu yang kadang kita mikirnya hal yang biasa, atau sama sekali gak kepikiran kalo ini tuh masuk kedalam kategori phobia. Ya mungkin kita mikirnya itu cuma perasaan takut biasa yang kebetulan agak berlebihan aja. Apalagi tentang per-phobiaan ini tuh masih lumayan tabu, tertutama di daerah desa atau kampung. Engga, gak mengecilkan atau mengucilkan orang-orang yang tinggal di kampung kok, karena jujur gw juga tinggal di kampung. Tapi, based on true story, biasanya mereka masih kurang aware sama phobia, dan malah jadi bahan becandaan. Misal, ada orang yang phobia atau takut sama kucing, bukan malah di jauhin dari kucing, malah di jadiin becandaan dengan sengaja nyodorin kucing ke orang yang takut kucing. Nah, kalo itukan contoh phobia ke hewan ya, kalo phobia kebahagiaan itu apa?
Kebahagiaan adalah sebuah emosi positif yang biasanya terasa senang, puas, damai, dan sejahtera. Ada dua komponen utama kebahagiaan, ada keseimbangan emosi berupa cinta, kagum, gembira yang lebih banyak daripada perasaan sedih, marah dan kecewa. Ada juga kepuasan hidup, ini berkaitan dengan karir dan pencapaian pribadi EdDiener. Ada jenis kebahagiaan berdasarkan sumbernya. Ada yang bersumber dari kenikmatan sesaat, kepuasan instan dan melakukan hal yang kita suka, contohnya makan makanan enak, beli barang baru, atau nonton film. Ini termasuk kedalam jenis Hedonia. Sedangkan Eudaimonia/ makna hidup, ini berasal dari realisasi potensi diri dan memberikan dampak bagi orang lain. Contohnya, menolong sesama, atau mencapai tujuan yang besar. Ryan & Deci (2001)
Dibalik rasa bahagia, ada hormon yang bekerja di belakangnya. Ikut berperan dalam menciptkan situasi "Bahagia" ini. Apa aja ya kira-kira hormon di balik kebahagaiaan? Ada yang udah bisa tebak? Dalam PMC (National Institutes of Health), secara biologis, kebahagiaan dipicu oleh pelepasan zat kimia di otak yang disebabkan neurotransmiter yaitu ada, dopamin, oksitosin, serotin, dan endorfin.
Nah, terus apa sih Phobia Kebahagiaan itu? Singkatnya Phobia Kebahagiaan itu adalah ketakutan berlebihan atau ketidakmauan untuk merasakan kebahagiaan, phobia kebahagiaan bisa juga disebut dengan "Cherophobia". Pernah denger gak? Jujur sampe saat gw nulis ini, gw baru tau kalau kalau ada yang namanua Cherophobia ini atau ya phobia kebahagiaan. Selama ini gw selalu bertanya, kenapa ya setiap selalu bertanya, kenapa ya setiap ada momen bahagia gw selalu takut buat menikmati kebahagiaan. Gw merasa ada sesuatu yang harus dibayarkan dari kebahagiaan itu. Gw takut kalo gw menikmati kebahagiaan itu atau merasakan bahagia gw akan sedih lagi nantinya, semakin bahagia semakin tinggi juga tingkat kesedihan yang akan gw dapetin. Itu yang selalu gw takutin.
Setiap kali gw ngerasa bahagia, setiap itu juga gw ngerasa takut akan apa yang akan terjadi setelahnya. Ada yang pernah ngerasain juga? Mungkin aja kalian ngalamin phobia kebahagiaan juga? Sebenernya ada beberapa alasen kenapa seseorang bisa takut atau ngalamin phobia pada kebahagiaan seperti, takut atau keyakinan terhadap nasib buruk atau sesuatu yang buruk setelah merasakan kebahagiaan. Merasa tidak pantas, takut dan cemas kalau akhirnya akan berujung pada kekecewaan.
Pada awalnya gw juga ngerasa ini cuma sesuatu aneh yang terjadi di hidup gw, sampai pada akhirnya gw mulai cari tau, sebenernya apa yang terjadi sama gw, kenapa gw begini dan ya, gw mulai kepo dan mulai cari, sebenrnya ada gak sih phobia kebahagiaan, dan setelah gw cari ternyata ada, dan emang ada ya orang atau medis yang bilang dan juga bahas tentang ketakutan pada kebahagiaan. Sampe pada tulisan ini dibuat, gw baru tau ternyata apa yang gw rasain selama ini beneran nyata dan ada penjelasannya, bukan cuma ketakutan atau perasaan random aja. Kalian gitu juga gak sih?
Nah, sebenernya kita gak boleh tau mediagnosa sendiri, atau self diagnosa. Dalam artian, kit gak boleh bilang kalo kita ini mengidap atau sakit A,B,C termasuk phobia A,B,C, atau gangguan mental lainnya tanpa bantuan tenaga ahli profesional seperti Psikolog, Psikiater, Dokter, atau ahli profesional lainnya yang memang ahli di bidangnya.
So, temen-temen, buat kalian yang juga merasakan apa yang gw tuliskan di sini, atau kalian ngerasa relate sama ciri-ciri Cherophobia juga, better kalian konsultasi ke tenaga ahli kaya psikolog atau psikiater terdekat ya guys.....
Atau, kalian juga bisa coba buat sedikit mengendalaikan perasaan itu dengan pelan-pelan coba belajar menerima rasa takur itu secara perlahan aja, jangan dipaksain dan buru-buru. Berdamai dengan masa lalu, tantang pikiran negatif dan latihan buat menikmati momen yang terjadi saat ini, inget kalian gak perlu merasa bersalah atau berfikir kalo mau merasakan bahagia, karena bahagia adalah hak manusia dan itu berarti kita punya hak juga untuk merasa bahagia hidup di dunia ini. Untuk lebih lanjutnya kalian bisa berdiskusi dengan tenaga ahli yang berkecimpung di bidangnya, kaya yang tadi gw udah bilang, psikolog atau psikiater atau tenaga ahli lainnya.
Semoga kita bisa keluar dari setiap ketakutam yang terjadi dan bisa hidup dengan aman, damai dan tentram. Segitu dulu ya tulisan tentang phobia kebahagiaan yang gw tau dan bisa gw share ke kalian, kalo ada koreksi atau punya pendapat lain, boleh, yuk kita diskusi bareng.
Thank you so much udah mau baca tulisan ini, don't forget to smile and stay positive, bye bye.......
Komentar
Posting Komentar