Halo, sorry aku baru bisa menyapa sekarang. Setelah banyak hal yang aku lalui, pahit dan sakit yang aku rasakan. Aku sempat ingin berbagi rasa di sini, namun niat aku urungkan.
Sebelum dan sesudah postingan terakhir 28 april lalu, banyak hal yang udah gw lewatin sebenernya.
Tahun 2023 ini rasanya berjalan dengan sangat berat, jujur aku gak tau mau nulis dan ceritain dari mana.
banyak air mata yang tumpah selama setengah tahun berjalan. Di mulai dari aku kehilangan nenek tepat sebelum masuk bulan Ramadhan, setelah itu aku juga kehilangan 2 kerabat yang sangat dekat dengan keluarga, tidak lain adik dan adik ipar dari kakek ku.
bukan hanya itu, tahun ini adalah tahun perjuangan, di mana keluargaku sangat di uji baik dari segi mental dan juga ekonomi serta finansial. Jujur, aku mau minta maaf dulu sama kalian kalau ternyata aku belum sekuat itu buat menghadapi semuanya tanpa air mata.
Karena nyatanya aku masih nangis, aku nangis seperti orang gila. Aku masih di hadapkan dengan banyak ketakukan-ketakutan. Jujur, aku pengen banget ketemu sama orang yang sangat paham tentang psikologi, aku pengen bercerita tentang apa yang terjadi dengan diriku, kenapa isi kepalaku seakan berisik, membayangkan banyak hal.
Aku cenderung pemarah dan sangat sulit mengontrol emosi, juga pelupa akut.
Hari ini aku putuskan untuk menulis karena aku sendiri sedang bingung dengan arahku, setelah melewati hari yang terbilang berisik aku termenung di kamar sambil menikmati sisa energi yang sudah aku habiskan seharian ini.
Tadi, sehabis aku pulang dari rumah sakit pikiran ku tidak pernah berhenti memikirkan hal-hal menakutkan, aku takut, tapi aku tidak tau harus bercerita kepada siapa selain kepada Tuhan sambil memohon dan meminta hal yang indah.
Aku ingin tau, aku kenapa?
Apakah aku menginap Skizofernia? Aku harap tidak.
Apakah aku depresi? Aku harap tidak juga
Beberapa hari yang lalu ada satu ungkapan yang membuatku sedikit tersentuh.
ungkapan itu isinya kurang lebih menjelaskan kalau "Ia" beruntung dan bersyukur bertemu dengan ku, Aku takut, aku takut mengecewakan nya.
hehehe, bisa kalian liat tulisan ku sangat berantakan dan tidak tersusun alurnya,
ya, memang seberantakan itu pikiran ku saat ini
aku hanya ingin ada seseorang yang mengerti dan membimbingku ke jalan yang lurus.
mematahkan ketakutan ku tentang segala hal, termasuk pernikahan.
belakangan ini memang aku sering berdebat dengan orang tua ku, dan itu semua karena ledakan emosi ku yang tidak tertahan.
Jujur, aku menangis.
Komentar
Posting Komentar